For Your Eyes Only
Saat di hadapanmu terasa malu, Saat
ingin menyapamu terasa ragu. Lidah terasa kaku saat ingin menguucapkan sepatah
kata. Aku dan kamu sama diam tanpa kata, Entah harus dimualai dari apa, Kita
bisa menyapa satu sama lain. Jauh di lubuk hati rasa ingin saling menyapa
begitu membelenggu. Rasa ini kian melekat melekat dalam diri. Aku bukan seorang
peramal cuaca yang tau segalannya tentang cuaca. Yang tau kapan hujan datang
dan berhenti. Kapan rasa itu tumbuh di
hati, Menghilang dan lenyap di hati. Sekilas hati bertanya apakah kau
sempat kau memikirkanku? Itu hanyalah pertanyaan yang tersimpan jauh dari lubuk
hati yang tak sempat untuk terucap dan terjawab. Kau tau seberapa kuatnya hati
sampai saat ini masih memendam rasa itu sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar